entah bagus ato tidak, sad moments itu bisa menghasilkan karya lho...

pernah mendengar sebuah lagu yang sediih banget?... (bukan karena kita lagi sedih trus ngedengerin lagu2 patah hati lhoo...) aku sering penasaran dengan cara orang2 hebat itu mengkreasi lagu... seperti mewakili setiap hati yang kesepian, seperti pendamping yang berbicara dan memberikan semangat unik untuk setiap jiwa yang tersesat karena gelapnya kesedihan...
hebat sekali mereka.. iwan fals, bon jovi, adalah musisi yang paling handal dalam mengemukakan perasaannya hingga dapat terdengar jelas ditelinga(menurutku sih.. :P ).. ada lagu nya Dream theater yang sangat2 menyentuh, "through her eyes" judulnya... gila banget... campur aduk isinya.. tetapi setiap sisi syairnya mampu me.. apa yah? kl bahasa jawa nya "ngemong" perasaaan.. mampu melingkupi hati dengan sebuah cerita, sejarah , nasehat, bahkan mampu membawa perasaan kurang beruntung dari diri kita menjadi perasaan "lebih beruntung" dari cerita lagu itu.. (hih.. lebay gak sih ni artikel?... maap bro/sis... akibat deraan cambuk kehidupan,wkwkwk)

yang aku pengen obrolkan sebenarnya... sad moments, saat2 menyedihkan dari kehidupan kita pun mampu  membawa hal positif ke dalam diri kita.. ternyata lagu2 yang dibuat para musisi handal itu adalah sebuah cerita kehidupan nyata, yang dituangkan dalam bentuk lagu agar tidak vulgar dan painful... berdasarkan pikiranku sendiri yang nggladrah itu..aku coba bikin record sederhana di PC kamarku plus sederet software bajakan dan gitar tua ku... here it is:
aku bikin dengan format audio visual... visualnya dapet comotan dari youtube juga, tentang Portgas D. Ace's death .. potongan klip dari serial ONE PIECE yang sangat aku gandrungi..
aku kasi judul "mlarat ati"..
isinya? cuman instrumental sederhana hasil dari kreasi menggunakan Fruityloops 8 untuk session nya, lead guitarnya aku record dengan adobe audition 3 portable .. guitar gearnya ya gitarku itu, Aria Mac Series dan BOSS GT-8 untuk digital effectnya... sejauh ini  memuaskan untuk kelas home recording (sangat!)minimalis
dan taukah anda apa yang tidak memuaskan? adalah skill gitar saya yang bodohhh!!.. tempo berantakan, lick yang semakin unclean, gak bersih.. T_T ternyata.. dengan di record. kelemahan permainan gitarku makin nyata terdengar... sepertinya memang hal pertama yang terlintas setelah finishing adalah..  introspeksi!! hahahahah ..
alhamdulillah ini adalah bikinan sendiri.. isin sakjane.. malu2 gimanaa gitu..

apakah sedih isinya? apakah bahkan sesuai dengan judul artikel ini? gak tauu...
yang jelas ini adalah hasil dari badmood ... bagus atau tidak? gak tau juga.. this is my first try... baru pertama kali bikin... tanpa konsep.. full digerakkan oleh labilnya emosi... setidaknya arahnya tidak nyasar ke hal negatif yang memalukan, itu sudah cukup saat ini...

Joe Satriani guitar gear diagram (gitarisnyaaa.. masa' gak tau?)

Joe Satriani
sekedar pengenalan... joseph "Joe" Satriani (lahir 15 Juli 1956 di Westbury, New York) adalah seorang Amerika Italia gitaris rock instrumental dan multi-instrumentalis, dengan beberapa nominasi Grammy Award. Pada awal karirnya, Satriani bekerja sebagai instruktur gitar, dan beberapa mantan siswa telah mencapai ketenaran dengan keterampilan gitar mereka (Steve Vai, Larry LaLonde, Kirk Hammett, Andy Timmons, Charlie Hunter, Kevin Cadogan, Alex Skolnick, Mohsin Ahmed Yousufi ). Satriani telah menjadi kekuatan pendorong dalam musik dikreditkan ke musisi lain sepanjang karirnya, sebagai pendiri trio, G3, serta tampil di berbagai posisi dengan musisi lainnya.

Pada tahun 1988, Satriani direkrut oleh Mick Jagger sebagai gitaris untuk tur solo pertama Jagger. Pada tahun 1994, Satriani adalah gitaris untuk Deep Purple. Satriani bekerjasama dengan berbagai gitaris dari beberapa genre musik termasuk Steve Vai, John Petrucci, Eric Johnson, Larry LaLonde, Yngwie Malmsteen, Brian May, Patrick Rondat, Andy Timmons, Paul Gilbert, Adrian Legg, dan Robert Fripp melalui Konser tahunan Jam G3. Dia sekarang lead guitarist untuk Chickenfoot supergrup.

Satriani sangat dipengaruhi oleh ikon gitaris blues-rock seperti Jimi Hendrix, Eric Clapton, Jimmy Page, Ritchie Blackmore dan Jeff Beck,  sangat stylish tetapi memiliki gaya sendiri yang mudah dikenali. Sejak tahun 1988, Satriani telah menggunakan gitarsignature nya, Ibanez JS Series, yang banyak dijual di toko-toko. Ia memiliki signature series amplifier, BEJ Peavey, signature series headphone amp VOX amPlug, dan signature series VOX pedal. " Satchurator "distorsi pedal, The" Time Machine "delay pedal, The" Big Bad Wah "wah pedal dan The" Ice 9 "overdrive pedal.